Jakarta (25/01) -- Para Tokoh Perempuan Partai Keadilan Sejahtera melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis (24/01/18). Acara yang digagas oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS ini mendiskusikan strategi pemenangan suara perempuan pemilih pada pemilu tahun 2019.
“BPKK menargetkan semua Calon Anggota Dewan (CAD) perempuan PKS
berhasil menjadi anggota dewan, karena itu perlu diatur strategi
bagaimana kami para kader perempuan PKS, bisa memenangkan kompetisi
tersebut,” terang Wirianingsih, Ketua BPKK DPP PKS.
Lebih lanjut Wiwik, sapaan akrab Ibu 10 anak penghapal Quran ini,
memaparkan pentingnya sinergi di antara kader perempuan PKS di tiap
wilayah dan jenjang.
“Saya meyakini perempuan PKS sebagai kader
partai dakwah banyak yang memiliki potensi dan mereka sudah melakukan
kegiatan yang bermanfaat di lingkungan masing-masing. Dengan pertemuan
ini diharapkan mereka bisa saling berbagi informasi dan berbagi manfaat
(mutual symbiosis),” papar Wiwik.
Selain membangun sinergi di antara kader perempuan PKS, pertemuan
juga membahas isu terkini yaitu tentang perubahan KUHP terkait perluasan
pasal perzinahan yang sedang hangat dibincangkan. Para tokoh perempuan
PKS memandang penting untuk melindungi keluarga khususnya anak-anak dari
perilaku seksual menyimpang, seperti pedofilia, penyuka sesama jenis
dan pelecehan seksual, agar anak-anak tetap terjaga fitrahnya.
“BPKK
PKS memiliki perhatian besar terhadap perkembangan perubahan KUHP dan
berharap muatannya melindungi keselamatan keluarga Indonesia kini dan di
masa yang akan datang agar hak anak terpenuhi untuk tidak terdampak
akibat perilaku cabul yang bebas nilai,” tutup Wiwik. (*)




